Ibu Seringkali Dilarang Tidur Setelah Operasi Caesar, Ternyata Tidak Tepat

taubgt.com

    7SHARES

Operasi Caesar/ Foto: Shutterstock

Dream – Proses persalinan terkadang memakan waktu yang panjang sangat sangat melelahkan. Bukan hanya fisik yang terkuras tapi juga mental. Hal ini membuat ibu membutuhkan banyak istirahat setelah persalinan.

Sayangnya, masih banyak yang percaya kalau tidur setelah persalinan adalah hal berbahaya. Mitosnya, darah nifas atau darah kotor akan mengalir kembali ke tubuh. Hal tersebut tidak benar.

Setelah persalinan, baik normal maupun caesar, ibu boleh tidur untuk istirahat. Terutama ibu yang menjalani operasi caesar, dibutuhkan tidur yang berkualitas agar pemulihan lebih cepat.

Dikutip dari KlikDokter, bila ibu merasa sangat mengantuk dan lelah setelah persalinan, tak perlu takut untuk tidur. Beristirahatlah, terutama jika si kecil juga tidur.

Manfaatkan waktu tidur semaksimal mungkin. Saat bangun diharapkan ibu sudah istirahat dengan cukup dan bisa menyusui si kecil dengan lebih fit dan nyaman. Memang ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan wanita setelah melahirkan caesar.

Berikut beberapa hal yang harus dihindari setelah operasi caesar:- Mengangkat apa pun yang lebih berat dari bayi- Menggunakan tampon atau douche, sampai mendapat izin dokter- Berendam air panas atau berenang. Sebaiknya tunggu sampai sayatan sembuh dan pendarahan pasca persalinan berhenti- Berpartisipasi dalam aktivitas berat atau latihan otot- Berhubungan seks- Naik tangga berulang kali

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Masalah Fisik dan Mental yang Mengintai Ibu Pasca Melahirkan

Dream – Menjalani kehamilan selama 9 bulan, tubuh ibu mengalami perubahan yang sangat pesat dalam waktu singkat. Bukan hanya fisiknya saja, tapi juga hormon dan juga psikologisnya.

Setelah janin cukup umur, persalinan pun terjadi. Dalam proses melahirkan, ibu lalu mengalami kontraksi yang memunculkan rasa nyeri hebat. Belum lagi setelahnya harus menjalani jahitan bila terdapat robekan.

Bagi yang harus menjalani operasi caesar, rasa nyeri setelah operasi akan lebih intens. Terutama beberapa hari setelahnya dan waktu pemulihan juga lebih lama. Dengan banyaknya perubahan dan rasa sakit, membuat para ibu mengalami risiko mengalami kesehatan setelah persalinan.

Dokter Emma Rees, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, memaparkan beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan. Untuk itu, ia mengingatkan agar ibu tetap melakukan konsultasi dan mencari pendampingan setelah bayi lahir.

Apa saja keluhan tersebut?

1. Kelelahan hebat/ fatigueKebanyakan ibu yang baru melahirkan menerima bahwa rasa lelah setelah melahirkan adalah hal yang wajar. Tubuh memang baru saja melewati ” perjalanan panjang” selama melahirkan hingga melahirkan.

” Kurang tidur, merawat bayi, menyusui dan ibu jadi lupa untuk mengurus dirinya sendiri, bahkan merasa bersalah jika meninggalkan bayinya hanya untuk mandi,” kata Rees.

Hal tersebut terjadi terus menerus. Bila tak ada dukungan dari pasangan atau orang lain di sekitarnya, ibu akan mengalami kelelahan luar biasa. Tubuhnya akan selalu merasa tegang, nyeri, sulit tidur dan emosinya tak stabil.

Jika ibu merasa lelah hebat, pastikan konsultasi dengan dokter atau bidan. Bisa juga karena tubuh kekurangan zat besi, pemberian suplemen dengan dosis tepat bisa jadi solusi.

2. Masalah buang air dan usus

Melahirkan anak memberi tekanan ekstrem pada dasar panggul dan ini sering menyebabkan masalah kemih dan atau usus. Bisa berupa prolaps (penonjolan organ panggul ke dalam vagina), wasir (pembengkakan pembuluh darah yang terasa seperti benjolan di sekitar anus), sembelit karena dehidrasi dan sering buang air kecil.

© Shutterstock

Beberapa gejala ini akan hilang seiring waktu dan perubahan pola makan dan asupan cairan. Bila tak kunjung mereda, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter. Bisa jadi ibu membutuhkan bantuan fisioterapis untuk membantu merehabilitasi dasar panggul.

Keluhan Psikologis

3. Mental yang labilSelama kehamilan, melalui persalinan dan setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan hormonal yang sangat besar. Hal ini pastinya berdampak pada kesehatan mental.

Baby blues merupakan hal yang banyak dialami ibu ada minggu pertama setelah melahirkan. Bagi beberapa ibu, ‘baby blues’ atau perasaan putus asa dan rendah diri terus berlanjut setelah minggu pertama, bulan pertama, dan bahkan hingga tahun pertama.

Depresi pascakelahiran dapat terjadi kapan saja di tahun pertama setelah melahirkan, jadi penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan psikolog/ psikiater bila merasa kondisi mental tak stabil. Seperti sedih berkepanjangan atau tertekan.

4. TerisolasiRasa ini adalah yang sering dialami ibu yang baru melahirkan dan mereka sering menyimpannya rapat-rapat. Ibu tak bisa melakukan banyak hal, karena harus mengurus bayi.

” Bagi sebagian wanita, hal ini menyebabkan hilangnya identitas yang pada gilirannya menyalurkan rasa keterasingan atau terisolasi. Sebagai dokter saya harus mengingatkan setiap ibu yang baru melahirkan untuk tidak lupa merawat dirinya sendiri, tak perlu merasa egois. Ibu yang bahagia sangat dibutuhkan keluarga,” pesan Rees.

Sumber: KidSpot

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website dream.co.id. Situs https://taubgt.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://taubgt.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

About vina

Fangirl Apple , a Moms and Tech Enthusiast yang kini ingin berbagi dan mengajak kamu untuk tahu lebih banyak tentang Apple Product. Terimakasih udah baca tulisan aku :DBesok datang lagi yach :D